Life, Hope, and Faith

Rain and sun are to the flower as praise and encouragement are to the human spirit. This blog will inspire you being a true human. "Change is life giving. It Helps us grow into someone greater than we already are."

Tuesday, August 17, 2004

Makna dari cinta

Cinta berarti aku mengetahui orang yang aku cintai. Menyadari
begitu banyak faset pada dirinya, bukan cuma sisi baiknya tetapi juga
keterbatasan, inkonsistensi dan kelemahan-kelemahannya.

Cinta berarti aku peduli pada kesejahteraan orang yang aku cintai. Dalam
ketulusanku, kepedulianku bukan untuk mengikat seperti barang
yang kumiliki. Sebaliknya aku peduli pada pertumbuhannya dan aku
berharap semoga ia menjadi apapun yang ia inginkan, sekalipun aku
harus merasakan ketidaknyamanan dalam menjalani waktu.

Cinta
berarti memiliki rasa hormat terhadap harga diri orang yang aku
cintai
. Aku bisa melihatnya sebagai seseorang yang terpisah dariku,
dengan nilai-nilainya, pikiran-pikirannya dan perasaan-perasaannya
dan aku tidak memaksakan untuk menyerahkan identitasnya,
menyesuaikannya pada citra yang aku harapkan.

Cinta berarti memiliki tanggungjawab terhadap orang yang aku cintai.
Bila aku mencintainya, aku responsive terhadap kebutuhan-kebutuhannya
sebagai satu pribadi. Tanggung jawab ini tidak mengikatku untuk
melakukan sesuatu yang bisa ia lakukan sendiri. Ia hanyalah untuk
menyadarkanku akan siapa aku dan apa yang aku lakukan untuknya,
dengan begitulah aku kemudian langsung terlibat dalam kebahagiaan dan
kesulitannya.

Cinta berati tumbuh bagiku serta orang yang aku cintai. Bila aku
mencintainya, aku menjadi tumbuh karena cintaku. Ia menjadi stimulan
bagiku guna memenuhi keinginanku mewujudkan diriku yang kuinginkan,
demikian pula cintaku akan meningkatkan kesadaran pada dirinya.
Masing-masing tumbuh karena kepedulian kita dan karena kita
dipedulikan.

Cinta berarti membuat komitmen pada orang yang aku cintai. Komitmen
itu tidak berarti penyerahan diri secara total masing-masing pribadi,
bukan pula berarti bahwa hubungan harus permanen. Maknanya adalah
bahwa komitmen ini mengandung keinginan untuk selalu bersama-sama di
saat-saat sedih, di saat-saat sulit, saat-saat melewati suatu
perjuangan dan kepedihan, sebagaimana tetap bersama dalam ketenangan
dan kebahagiaan.

Cinta berarti bahwa aku mungkin terluka bila aku membuka diri karena
percaya padanya, aku mungkin akan mengalami luka, penolakan, atau
kehilangan. Karena ia tidak sempurna, ia mempunyai kapasitas untuk
melukaiku, dan karena tidak ada jaminan dalam cinta.

Cinta berarti mempercayai orang yang aku cintai. Bila aku
mencintainya, aku percaya ia akan menerima kepedulian dan cintaku dan
keyakinan bahwa ia tidak akan melukaiku dengan sengaja. Aku percaya
ia akan melihatku sebagai seseorang yang layak untuk dicintai dan ia
tidak akan mengabaikanku.

Cinta bisa mentolerir ketidaksempurnaan. Dalam sebuah hubungan cinta
ada saat-saat bosan, saat ketika rasanya aku ingin menyerah saja,
saat-saat sulit dimana aku nyaris tidak mampu bertahan, namun aku
masih memiliki kemampuan untuk mengingat apa yang sama-sama pernah
kita miliki di masa yang lalu dan bahwa aku bisa membayangkan apa
yang akan aku dapatkan di masa depan seandainya kita cukup berani
menghadapi masalah-masalah kita dan memecahkannya bersama-sama.

Cinta itu membebaskan. Cinta diberikan secara bebas, tidak diserahkan
karena permintaan.

Cinta itu meluas. Bila aku mencintaimu, aku mendorongmu untuk
membentuk dan mengembangkan hubungan-hubungan yang lain. Sekalipun
hidup kita untuk satu sama lain, dan komitmen kita berdua menjadi
inti dari apa yang kita lakukan, tetapi kita tidak secara total dan
eksklusif terikat satu sama lain. Kita adalah pribadi-pribadi yang
interdependen yang membutuhkan kehadiran-kehadiran yang lain untuk
memenuhi takdir kita. Sekalipun demikian kita juga individu yang
terpisah. Kita harus berjuang atas nama kita sendiri.

Cinta berarti mengidentifikasikan diri dengan orang yang aku cintai.
Bila aku mencintainya, aku bisa berempati padanya dan melihat dunia
melalui matanya. Aku bisa mengidentifikasikan diri padanya karena aku
bisa melihat diriku di dalam dirinya dan dirinya di dalam diriku.
Kedekatan ini tidak berarti sebuah kebersamaan yang terus-menerus,
karena jarak dan keterpisahan sering kali essensial dalam hubungan
percintaan. Jarak dapat memperkuat ikatan cinta dan ia akan membantu
kita menemukan kembali diri kita, sehingga kita bisa bertemu lagi
dalam sebuah cara yang baru.

Cinta itu selfish. Aku hanya bisa mencintainya bila secara tulus ia
mencintai, menilai, menghargai dan menghormati diriku sendiri. Bila
aku kosong, maka yang bisa aku berikan adalah kekosonganku.
Cinta yang matang adalah kesatuan dalam keadaan menjaga integritas
tiap orang, individualitas masing-masing. Dalam cinta paradoks ini
terjadi, bahwa ketika 2 manusia menjadi satu mereka tetaplah dua

0 Comments:

Post a Comment

<< Home